Ditengah keramaian orang dengan segala aktifitas yang beraneka ragam, Rika
hanya sibuk dan fokus pada laptopnya . Sesekali dia memandangi keluar jendela
untuk memeriksa keaadaan mobilnya yang sedang di service, apakah sudah
selesai atau belum. Rika juga memperhatikan cemilan yang semakin lama
semakin menipis dikarenakan seorang tamu yang secara berulang-ulang
mengambil cemilan tersebut. Mobilnya belum juga kelar sementara jam sudah
mnunjukkan pukul setengah 12 siang. Rasa jenuh dan bosan melanda dirinya, dia
kembali menuju laptopnya, sudah 3 sketsa desain yang dibuatnya. Rika adalah
seorang junior Designer interior. Dia baru saja bekerja disebuah agency yang
menyalurkan jasa Desain Interior, Kantor tempat Rika bekerja saat ini terbilang
masih kecil dan klaien yang ditangani oleh kantornya juga bukan klaien yang
besar. Namun meskipun kecil dan belum begitu terkenal, kerjaan terus saja
banyak diterima Rika termasuk dengan 3 desain yang sedang dikerjakannnya
saat ini. Rika merapikan earphone, yang sejak dia tiba sudah digunakannya.
Waktu sudah berubah menjadi tepat jam 12 siang. Seorang pegawai
meletakkan 15 kotak nasi box diatas meja tempat makanan yang dibagikan
kepada coustemer yang sedang menunggu mobilnya. Namun Rika tidak
menyadarinya hingga pas dia sadar, nasi telah habis dan dia pun tidak
kedapatan. Mukanya mulai mengkerut karna kesal, apalagi ketika dia melihat
seorang bapak yang dengan rakusnya mengambil 4 nasi kotak dan membagi-
bagikannya kepada anak-anaknya . Rasa lapar kini sudah menghinggapi
perutnya, karna tidak ada lagi nasi kotak Rika hanya menahannya dengan
secangkir kopi susu. Dia memperhatikan sekeliling ruang tunggu semuanya laki-
laki dan hanya dia lah perempuan satu-satunya, selebihnya adalah spg
perempuan. Tak ada teman yang menarik yang bisa diajak bicara gumamnya
dalam hati. Sudah hampir 3 jam dia diruang tunggu. Banyak suara-suara berisik
yang menghinggapi telinganya, namun tak ada satupun yang menarik
perhatiananya , hingga tepat pukul setengah 1 siang ada seorang CS yang
menghampirinya dan memberikan secarik kertas brosur . “ Mba ada tamu yang
menitipkan surat ini ke saya katanya suruh dikasi ke mbanya.”
Si CS langsung pergi dengan cepat sebelum Rika sempat berkata sepatah
katapun. Rika melihat dan membacanya. Hah Kertas brosur ban mobil, ada yang
mau juaalan ban sama aku, ada-ada aja gumamnya dalam hati. Rika meletakkan
surat diatas meja . namun ada yang aneh menurutnya, dia melihat seperti ada
sebuah tulisan didalamnya . Rika kembali fokus pada kertas tersebut, ternyata
benar didalamnya terdapat sebuah tulisan dari seseorang yang mengaguminya
dan ingin mengajaknya berkenalan. Disana tertera sebuah nama panggilan dan
nomor handphone dengan sedikit kata-kata manis. Wajah Rika berubah menjadi
memerah, dia tidak pernah menyangka kalau sejak dari tadi ada yang
memperhatikannya. Rika bangkit dari tempat duduknya dia memperhatikan
sekelilingnya , namun tak ada satu pun yang dapat dijadikan sepagai pengirim
surat . Rasa penasaran melanda jiwanya. Namun dia tak punya waktu lebih
untuk mencari tahu karna namanya sudah dipanggil,dikarenakan mobilnya telah
selesai. Rika pun memasukkan surat kedalam tasnya dan bergegas turun
kebawah sambil sesekali memandangi wajah orang-orang yang ada
disekelilingnya, mencari siapa tau pengirim surat ada diantara salah satu dari
mereka . Rika tidak menemukannya, dia pun pergi meninnggalkan auto 2000,
tempat Rika biasa menservice mobilnya. “ Siapa sih tuh orang, gak gantel banget ,
kenapa harus aku yang menhubunginya, kan yang mau kenalan dia. Kata Rika
sambil memandangi wajahnya didepan kaca selagi menunggu lampu merah.
Rika tiba dirumahnya, dia langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat
tidur sambil meletakkan tas disebelanya. Handphonnya berbunyi. Dia pun
dengan cepat mengambilnya. Ternyata pesan dari kantor, yang memberitahukan
bahwa besok dia harus sudah menyiapkan 7 alternatif desain. “Ah… aku pikir
dari siapa.” Pandangnya kembali menuju pada brosur yang diterimanya di auto
2000. Dia mengeluarkannya kembali sambil terus memandanginya. “ Kamu tuh
siapa sih kenapa bikin aku penasaran, tapi apa yang membuat kamu tertarik
sama aku , padahal aku kan hari ini lagi gak dandan dan styleku juga biasa aja .
Apa mungkin orangnya jelek atau sebaliknya atau juga ini adalah salah satu
bentuk baru dari modus penipuan? Hubungi atau enggak yah, penasaran sih tapi
aku gak mau menghubunginya duluan, emang aku ini perempuan seperi apa.”
Akhirnya Rika memutuskan untuk melupakannya dan membuang brosur
tersebut.
3hari telah berlalu Rika terus saja kepikiran sama brosur tersebut
meskipun brosurnya telah dia buang. Rika terus saja memutar pinsil yang
sedang berada digenggamannya. “ Hai… ngelamun aja lu, kerja dong, btw lu lagi
mikirin apa sih Rik, udah 3 hari ini gue perhatiin lu melamun mulu, tanya Mila
sahabat kantor Rika. “ Ah bukan apa-apa cuma masalah kecil aja kata Rika sambil
kembali membuat sketsa. “
“ Yaudah deh kalau lu emang gak mau cerita, nih ada kerjaan baru dari pak Beni,
mba Inggrit lagi cuti melahirkan jadi karna lu anak baru disini jadi lu yang
sementara handle tugas-tugas dia, karna kita-kita udah full sama kerjaan ok. “
“ Tapi guekan bukan…”
“gak ada tapi-tapian lu kan junior jadi harus nurut apa kata Senior , “ Tegas Mila
sambil tersenyum dan menepuk-nepik bahu Rika. Apa-apaan ini, guekan
desainer kenapa disuruh urus masalah marketing ,dan udah gitu banyak lagi
data – data client yang harus gue periksa dan hubungi ya tuhan hari apa ini. Jam
sudah menunjukkan waktu makan siang semua orang sudah sibuk dengan
rencana masing-masing, karna Rika adalah pegawai baru jadi dia belum begitu
dekat dengan teman-teman yang lainnya. Terdengar disebelah rekan kerjanya
yang sibuk berteleponan manja dengan pacarnya. Ukh… emang gak ada tempta
lain ya, kenapa harus berteleponan diruangan kerja sih ,emang gak bisa kalau
diluar, gumam Rika dengan kesal. Mila pun lewat, “Mil lu makan apa, makan
bareng yuk?”
“ Sory, lu coba makan ama yang lain dulu ya siang ini, gw ada janji makan siang
sama cowok gue hari ini ,sambil bergegas pergi meninggalkan Rika. Ok Mungkin
sebaiknya aku berbaur dengan teman kantor yang lain, namun yang lain telah
pergi dan sepertinya mereka sudah punya rencana sendiri. Alhasil Rika hanya
makan sendiri. Andai saja aku punya pacar atau teman-teman kuliah ku dulu
sekantor denganku pasti aku tidak akan merasakan kesepian seperti ini . Rika
mencoba mengcontact teman-temanya, namun tak ada satupun yang membaca
pesannya. Sekalinya ada, yang diterimanya hanyalah penolakan. Ok sepertinya
hari ini aku ditakdirkan untuk makan sendirian. Rika pun berjalan menuju
pantry, dia menyuruh cs untuk membelikannya sebungkus gado-gado yang dijual
didepan kantornya. Setelah selesai menyantap makan siangnya Rika kembali
melanjutkan pekerjaannya. Dia mulai dengan pekerjaan barunya yang
mengambil alih tugas dari mba Inggrit teman kantornya yang sedang cuti hamil.
Dia menghubungi client yang hendak menggunakan jasa kantornya. Rika tau dia
tidak ahli, namun dia tidak mengerti kenapa harus dia yang kerjakan, kalau
dikasih bonus masih mending, namun sayangnya Rika tidak menerima apa-apa.
Namun dia terus berusaha untuk ikhlas, dia percaya kalau dia melakukan segala
sesuatu dengan ikhlas dia pasti akan mendapatkan imbalan, minimal pahala dari
tuhan. Sudah 4 orang client yang dihubunginya, ini adalah client terakhir yang
dihubunginya. Semoga yang ini jadi menggunakan jasa kantornya. Siang pak saya
Rika salah satu pegawai dari Arte desain, saya ingin menanyakan bagaimana
dengan desain yang sudah kami kirimkan ke bapak, apakah sesuai dengan
harapan bapak? “
“ desainnya sih sesuai tapi sepertinya 3 dari desain yang dikirimkan ada yang
merupakan contekan dari desain orang lain, karna saya sebelumnya pernah
melihatnya, awalnya saya mau menggunakan jasa dari Arte tapi melihat desain
yang tidak original saya jadi ragu untuk menggunakan jasa Arte kembali.
Suara client terasa bagus dan merdu,namun kata-kata yang dikeluarkan sangat
tidak enak didengar oleh Rika apalagi client mengatakan desain yang telah
dibuatnya adalah contekan dari karya orang.
“ Maaf sebelumnya pak , itu murni hasil karya dari kantor kami pak dan kami
tidak pernah meniru atau pun mencuri karya orang lain pak. “
“ Iya kalau 4 lagi saya percaya tapi yang tiga lagi saya sudah pernah melihat
secara langsung dan itu sama persis dan saya melihatnya duluan sebelum Arte
mengirimkannya kepada saya. “
“ Gak mungkinlah pak ,bapak lihat dimana dan siapa orang yang bikin coba
bapak kasih tau ke saya?”
“ Ya itu saya tidak tau pasti tentang orangnya tapi yang jelas desainnya sama. “
“ Tuh kan bapak mengada-ada bapak saja tidak bisa kasih info jelas tentang
siapa yang bikin desain yang mirip dengan Arte, atau bapak cuma pura-pura saja
ya ini cuma modus bapakkan supaya dapat diskon, kalau emang iya saya jamin
bapak gak akan dapat . “
Apa kamu bilang, kamu gak tau saya siapa kamu gak sopan ya kamu siapa berani
bicara seperti Itu kepada saya . Emang kamu sendiri bisa kasih tau saya apa yang
bisa membedakan karya arte dengan karya yang pernah saya lihat tersebut?”
“ Tentu bisa karna saya adalah desainernya dan saya jamin itu seratus persen
murni adalah rancangan saya.”
“ Sebenarnya saya sedang bicara sama pihak marketing atau apasih ini kenapa
Arte jadi gak jelas begini? “
“ Udah pak gak usah berbelit-belit intinya bapak mau pake jasa kami atau tidak?”
jawab Rika dengan ketus.
“ O… awalnya saya masih mempertimbangkannya tapi melihat rancangan dan
attitude pegawai yang seperti ini sepertinya saya akan membatalkannya.”
“ Dari tadi kenapa pak kalau emang gak sanggup gak usah bikin desain disini,
cari aja desainer pinggiran kata Rika dengan ketus dan kesal sambil menutup
telepon.”
“Rika apa yang kamu lakukan tadi , sekarang juga kamu masuk keruangan saya ,
kata pak Beni dengan tatapan tajam.”
Setengah jam telah berlalu dan Rika kembali ketempat duduknya dengan kepala
tertunduk, semua rekan kerjanya memperhatikannya dan sesekali ada yang
menceritakan dirinya. Rika menggambil kertas data client yang barusan
dihubunginya, gara-gara nih orang aku jadi dapat teguran tajam dari pak Beni
kata Rika sambil membanting data tersebut keatas meja kerjanya. Lagian
desainer disuruh menghandle tugas marketing, mana nyambung, dan aku juga
bukan tipe orang yang sabar dalam menghadapi orang-orang seperti ini.
Suaranya boleh bagus tapi perkataannnya sangat menyebalkan. Dia membaca
namanya Rico Fernando . Rika membaringkan kepalanya diatas meja, tiba-tiba
dia melihat sesuatu yang aneh, yaitu tanda tangan yang tertera diatas nama Rico
Fernando. Seperti tidak asing gumam Rika dan dia melihat nomor handphone
yang tertera didalam data, dan dia juga seperti pernah melihatnya sebelumnya.
Dan stelah berfikir beberapa saat, akhirnya dia sadar. Tanda tangan dan
nomornya mirip dengan brosur yang diterimanya tiga hari yang lalu. Apakah dia
orangnya yang belakangan mengganggu pikirannya ataukah hanya kebetulan
mirip?
hanya sibuk dan fokus pada laptopnya . Sesekali dia memandangi keluar jendela
untuk memeriksa keaadaan mobilnya yang sedang di service, apakah sudah
selesai atau belum. Rika juga memperhatikan cemilan yang semakin lama
semakin menipis dikarenakan seorang tamu yang secara berulang-ulang
mengambil cemilan tersebut. Mobilnya belum juga kelar sementara jam sudah
mnunjukkan pukul setengah 12 siang. Rasa jenuh dan bosan melanda dirinya, dia
kembali menuju laptopnya, sudah 3 sketsa desain yang dibuatnya. Rika adalah
seorang junior Designer interior. Dia baru saja bekerja disebuah agency yang
menyalurkan jasa Desain Interior, Kantor tempat Rika bekerja saat ini terbilang
masih kecil dan klaien yang ditangani oleh kantornya juga bukan klaien yang
besar. Namun meskipun kecil dan belum begitu terkenal, kerjaan terus saja
banyak diterima Rika termasuk dengan 3 desain yang sedang dikerjakannnya
saat ini. Rika merapikan earphone, yang sejak dia tiba sudah digunakannya.
Waktu sudah berubah menjadi tepat jam 12 siang. Seorang pegawai
meletakkan 15 kotak nasi box diatas meja tempat makanan yang dibagikan
kepada coustemer yang sedang menunggu mobilnya. Namun Rika tidak
menyadarinya hingga pas dia sadar, nasi telah habis dan dia pun tidak
kedapatan. Mukanya mulai mengkerut karna kesal, apalagi ketika dia melihat
seorang bapak yang dengan rakusnya mengambil 4 nasi kotak dan membagi-
bagikannya kepada anak-anaknya . Rasa lapar kini sudah menghinggapi
perutnya, karna tidak ada lagi nasi kotak Rika hanya menahannya dengan
secangkir kopi susu. Dia memperhatikan sekeliling ruang tunggu semuanya laki-
laki dan hanya dia lah perempuan satu-satunya, selebihnya adalah spg
perempuan. Tak ada teman yang menarik yang bisa diajak bicara gumamnya
dalam hati. Sudah hampir 3 jam dia diruang tunggu. Banyak suara-suara berisik
yang menghinggapi telinganya, namun tak ada satupun yang menarik
perhatiananya , hingga tepat pukul setengah 1 siang ada seorang CS yang
menghampirinya dan memberikan secarik kertas brosur . “ Mba ada tamu yang
menitipkan surat ini ke saya katanya suruh dikasi ke mbanya.”
Si CS langsung pergi dengan cepat sebelum Rika sempat berkata sepatah
katapun. Rika melihat dan membacanya. Hah Kertas brosur ban mobil, ada yang
mau juaalan ban sama aku, ada-ada aja gumamnya dalam hati. Rika meletakkan
surat diatas meja . namun ada yang aneh menurutnya, dia melihat seperti ada
sebuah tulisan didalamnya . Rika kembali fokus pada kertas tersebut, ternyata
benar didalamnya terdapat sebuah tulisan dari seseorang yang mengaguminya
dan ingin mengajaknya berkenalan. Disana tertera sebuah nama panggilan dan
nomor handphone dengan sedikit kata-kata manis. Wajah Rika berubah menjadi
memerah, dia tidak pernah menyangka kalau sejak dari tadi ada yang
memperhatikannya. Rika bangkit dari tempat duduknya dia memperhatikan
sekelilingnya , namun tak ada satu pun yang dapat dijadikan sepagai pengirim
surat . Rasa penasaran melanda jiwanya. Namun dia tak punya waktu lebih
untuk mencari tahu karna namanya sudah dipanggil,dikarenakan mobilnya telah
selesai. Rika pun memasukkan surat kedalam tasnya dan bergegas turun
kebawah sambil sesekali memandangi wajah orang-orang yang ada
disekelilingnya, mencari siapa tau pengirim surat ada diantara salah satu dari
mereka . Rika tidak menemukannya, dia pun pergi meninnggalkan auto 2000,
tempat Rika biasa menservice mobilnya. “ Siapa sih tuh orang, gak gantel banget ,
kenapa harus aku yang menhubunginya, kan yang mau kenalan dia. Kata Rika
sambil memandangi wajahnya didepan kaca selagi menunggu lampu merah.
Rika tiba dirumahnya, dia langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat
tidur sambil meletakkan tas disebelanya. Handphonnya berbunyi. Dia pun
dengan cepat mengambilnya. Ternyata pesan dari kantor, yang memberitahukan
bahwa besok dia harus sudah menyiapkan 7 alternatif desain. “Ah… aku pikir
dari siapa.” Pandangnya kembali menuju pada brosur yang diterimanya di auto
2000. Dia mengeluarkannya kembali sambil terus memandanginya. “ Kamu tuh
siapa sih kenapa bikin aku penasaran, tapi apa yang membuat kamu tertarik
sama aku , padahal aku kan hari ini lagi gak dandan dan styleku juga biasa aja .
Apa mungkin orangnya jelek atau sebaliknya atau juga ini adalah salah satu
bentuk baru dari modus penipuan? Hubungi atau enggak yah, penasaran sih tapi
aku gak mau menghubunginya duluan, emang aku ini perempuan seperi apa.”
Akhirnya Rika memutuskan untuk melupakannya dan membuang brosur
tersebut.
3hari telah berlalu Rika terus saja kepikiran sama brosur tersebut
meskipun brosurnya telah dia buang. Rika terus saja memutar pinsil yang
sedang berada digenggamannya. “ Hai… ngelamun aja lu, kerja dong, btw lu lagi
mikirin apa sih Rik, udah 3 hari ini gue perhatiin lu melamun mulu, tanya Mila
sahabat kantor Rika. “ Ah bukan apa-apa cuma masalah kecil aja kata Rika sambil
kembali membuat sketsa. “
“ Yaudah deh kalau lu emang gak mau cerita, nih ada kerjaan baru dari pak Beni,
mba Inggrit lagi cuti melahirkan jadi karna lu anak baru disini jadi lu yang
sementara handle tugas-tugas dia, karna kita-kita udah full sama kerjaan ok. “
“ Tapi guekan bukan…”
“gak ada tapi-tapian lu kan junior jadi harus nurut apa kata Senior , “ Tegas Mila
sambil tersenyum dan menepuk-nepik bahu Rika. Apa-apaan ini, guekan
desainer kenapa disuruh urus masalah marketing ,dan udah gitu banyak lagi
data – data client yang harus gue periksa dan hubungi ya tuhan hari apa ini. Jam
sudah menunjukkan waktu makan siang semua orang sudah sibuk dengan
rencana masing-masing, karna Rika adalah pegawai baru jadi dia belum begitu
dekat dengan teman-teman yang lainnya. Terdengar disebelah rekan kerjanya
yang sibuk berteleponan manja dengan pacarnya. Ukh… emang gak ada tempta
lain ya, kenapa harus berteleponan diruangan kerja sih ,emang gak bisa kalau
diluar, gumam Rika dengan kesal. Mila pun lewat, “Mil lu makan apa, makan
bareng yuk?”
“ Sory, lu coba makan ama yang lain dulu ya siang ini, gw ada janji makan siang
sama cowok gue hari ini ,sambil bergegas pergi meninggalkan Rika. Ok Mungkin
sebaiknya aku berbaur dengan teman kantor yang lain, namun yang lain telah
pergi dan sepertinya mereka sudah punya rencana sendiri. Alhasil Rika hanya
makan sendiri. Andai saja aku punya pacar atau teman-teman kuliah ku dulu
sekantor denganku pasti aku tidak akan merasakan kesepian seperti ini . Rika
mencoba mengcontact teman-temanya, namun tak ada satupun yang membaca
pesannya. Sekalinya ada, yang diterimanya hanyalah penolakan. Ok sepertinya
hari ini aku ditakdirkan untuk makan sendirian. Rika pun berjalan menuju
pantry, dia menyuruh cs untuk membelikannya sebungkus gado-gado yang dijual
didepan kantornya. Setelah selesai menyantap makan siangnya Rika kembali
melanjutkan pekerjaannya. Dia mulai dengan pekerjaan barunya yang
mengambil alih tugas dari mba Inggrit teman kantornya yang sedang cuti hamil.
Dia menghubungi client yang hendak menggunakan jasa kantornya. Rika tau dia
tidak ahli, namun dia tidak mengerti kenapa harus dia yang kerjakan, kalau
dikasih bonus masih mending, namun sayangnya Rika tidak menerima apa-apa.
Namun dia terus berusaha untuk ikhlas, dia percaya kalau dia melakukan segala
sesuatu dengan ikhlas dia pasti akan mendapatkan imbalan, minimal pahala dari
tuhan. Sudah 4 orang client yang dihubunginya, ini adalah client terakhir yang
dihubunginya. Semoga yang ini jadi menggunakan jasa kantornya. Siang pak saya
Rika salah satu pegawai dari Arte desain, saya ingin menanyakan bagaimana
dengan desain yang sudah kami kirimkan ke bapak, apakah sesuai dengan
harapan bapak? “
“ desainnya sih sesuai tapi sepertinya 3 dari desain yang dikirimkan ada yang
merupakan contekan dari desain orang lain, karna saya sebelumnya pernah
melihatnya, awalnya saya mau menggunakan jasa dari Arte tapi melihat desain
yang tidak original saya jadi ragu untuk menggunakan jasa Arte kembali.
Suara client terasa bagus dan merdu,namun kata-kata yang dikeluarkan sangat
tidak enak didengar oleh Rika apalagi client mengatakan desain yang telah
dibuatnya adalah contekan dari karya orang.
“ Maaf sebelumnya pak , itu murni hasil karya dari kantor kami pak dan kami
tidak pernah meniru atau pun mencuri karya orang lain pak. “
“ Iya kalau 4 lagi saya percaya tapi yang tiga lagi saya sudah pernah melihat
secara langsung dan itu sama persis dan saya melihatnya duluan sebelum Arte
mengirimkannya kepada saya. “
“ Gak mungkinlah pak ,bapak lihat dimana dan siapa orang yang bikin coba
bapak kasih tau ke saya?”
“ Ya itu saya tidak tau pasti tentang orangnya tapi yang jelas desainnya sama. “
“ Tuh kan bapak mengada-ada bapak saja tidak bisa kasih info jelas tentang
siapa yang bikin desain yang mirip dengan Arte, atau bapak cuma pura-pura saja
ya ini cuma modus bapakkan supaya dapat diskon, kalau emang iya saya jamin
bapak gak akan dapat . “
Apa kamu bilang, kamu gak tau saya siapa kamu gak sopan ya kamu siapa berani
bicara seperti Itu kepada saya . Emang kamu sendiri bisa kasih tau saya apa yang
bisa membedakan karya arte dengan karya yang pernah saya lihat tersebut?”
“ Tentu bisa karna saya adalah desainernya dan saya jamin itu seratus persen
murni adalah rancangan saya.”
“ Sebenarnya saya sedang bicara sama pihak marketing atau apasih ini kenapa
Arte jadi gak jelas begini? “
“ Udah pak gak usah berbelit-belit intinya bapak mau pake jasa kami atau tidak?”
jawab Rika dengan ketus.
“ O… awalnya saya masih mempertimbangkannya tapi melihat rancangan dan
attitude pegawai yang seperti ini sepertinya saya akan membatalkannya.”
“ Dari tadi kenapa pak kalau emang gak sanggup gak usah bikin desain disini,
cari aja desainer pinggiran kata Rika dengan ketus dan kesal sambil menutup
telepon.”
“Rika apa yang kamu lakukan tadi , sekarang juga kamu masuk keruangan saya ,
kata pak Beni dengan tatapan tajam.”
Setengah jam telah berlalu dan Rika kembali ketempat duduknya dengan kepala
tertunduk, semua rekan kerjanya memperhatikannya dan sesekali ada yang
menceritakan dirinya. Rika menggambil kertas data client yang barusan
dihubunginya, gara-gara nih orang aku jadi dapat teguran tajam dari pak Beni
kata Rika sambil membanting data tersebut keatas meja kerjanya. Lagian
desainer disuruh menghandle tugas marketing, mana nyambung, dan aku juga
bukan tipe orang yang sabar dalam menghadapi orang-orang seperti ini.
Suaranya boleh bagus tapi perkataannnya sangat menyebalkan. Dia membaca
namanya Rico Fernando . Rika membaringkan kepalanya diatas meja, tiba-tiba
dia melihat sesuatu yang aneh, yaitu tanda tangan yang tertera diatas nama Rico
Fernando. Seperti tidak asing gumam Rika dan dia melihat nomor handphone
yang tertera didalam data, dan dia juga seperti pernah melihatnya sebelumnya.
Dan stelah berfikir beberapa saat, akhirnya dia sadar. Tanda tangan dan
nomornya mirip dengan brosur yang diterimanya tiga hari yang lalu. Apakah dia
orangnya yang belakangan mengganggu pikirannya ataukah hanya kebetulan
mirip?
