Minggu, 03 Januari 2016

Love in Auto 2000

Ditengah keramaian orang dengan segala aktifitas yang beraneka ragam, Rika

hanya sibuk dan fokus pada laptopnya . Sesekali dia memandangi keluar jendela

untuk memeriksa  keaadaan mobilnya yang sedang di service, apakah sudah

selesai atau belum. Rika juga memperhatikan cemilan yang semakin lama

semakin menipis dikarenakan seorang tamu yang secara berulang-ulang

mengambil cemilan tersebut. Mobilnya belum juga kelar sementara jam sudah

mnunjukkan pukul setengah 12 siang. Rasa jenuh dan bosan melanda dirinya, dia

kembali menuju laptopnya, sudah 3 sketsa desain yang dibuatnya. Rika adalah

seorang junior Designer interior. Dia  baru saja bekerja disebuah agency yang

menyalurkan jasa Desain Interior, Kantor tempat Rika bekerja saat ini terbilang

masih kecil dan klaien yang ditangani oleh kantornya juga bukan klaien yang

besar. Namun meskipun kecil dan belum begitu terkenal, kerjaan terus saja

banyak diterima Rika termasuk dengan 3 desain yang sedang dikerjakannnya

saat ini. Rika merapikan earphone, yang sejak dia tiba  sudah digunakannya.

       Waktu sudah berubah menjadi tepat jam 12 siang. Seorang pegawai

meletakkan 15 kotak nasi box diatas meja tempat makanan yang dibagikan

kepada coustemer yang sedang menunggu mobilnya. Namun Rika tidak

menyadarinya hingga pas dia sadar, nasi telah habis dan dia pun tidak

kedapatan. Mukanya mulai mengkerut karna kesal, apalagi ketika dia melihat

seorang bapak  yang dengan rakusnya mengambil 4 nasi kotak dan membagi-

bagikannya kepada anak-anaknya  . Rasa lapar kini sudah menghinggapi

perutnya, karna tidak ada lagi nasi kotak Rika hanya menahannya dengan

secangkir kopi susu. Dia memperhatikan sekeliling ruang tunggu semuanya laki-

laki dan hanya dia lah perempuan satu-satunya, selebihnya adalah spg

perempuan. Tak ada teman yang menarik yang bisa diajak bicara gumamnya

dalam hati. Sudah hampir 3 jam dia diruang tunggu. Banyak suara-suara  berisik

yang menghinggapi telinganya, namun tak ada satupun yang menarik

perhatiananya , hingga tepat pukul setengah 1 siang ada seorang  CS yang

menghampirinya dan memberikan secarik kertas brosur . “ Mba ada  tamu yang

menitipkan surat ini ke saya katanya suruh dikasi ke mbanya.”

         Si CS langsung pergi dengan cepat sebelum Rika sempat berkata sepatah

katapun. Rika melihat dan membacanya. Hah Kertas brosur  ban mobil, ada yang

mau juaalan ban sama aku, ada-ada aja gumamnya dalam hati. Rika meletakkan

surat diatas meja .  namun ada yang aneh menurutnya, dia melihat seperti ada

sebuah tulisan didalamnya . Rika kembali fokus pada kertas tersebut, ternyata

benar didalamnya terdapat sebuah tulisan  dari seseorang yang mengaguminya

dan ingin mengajaknya berkenalan. Disana tertera sebuah nama panggilan dan

nomor handphone dengan sedikit kata-kata manis. Wajah Rika berubah menjadi

memerah, dia tidak pernah menyangka kalau sejak dari tadi ada yang

memperhatikannya. Rika bangkit dari tempat duduknya dia memperhatikan

sekelilingnya , namun tak ada satu pun yang dapat dijadikan sepagai pengirim

surat . Rasa penasaran melanda jiwanya. Namun dia tak punya waktu lebih

untuk mencari tahu karna namanya sudah dipanggil,dikarenakan mobilnya telah

selesai. Rika pun memasukkan surat kedalam tasnya dan bergegas turun

kebawah sambil sesekali memandangi wajah orang-orang yang ada

disekelilingnya, mencari  siapa tau pengirim surat ada diantara salah satu dari

mereka . Rika tidak menemukannya, dia pun pergi meninnggalkan auto 2000,

tempat Rika biasa menservice mobilnya. “ Siapa sih tuh orang, gak gantel banget ,

kenapa harus aku yang menhubunginya, kan yang mau kenalan dia. Kata Rika

sambil memandangi wajahnya didepan kaca selagi menunggu lampu merah.

       Rika tiba dirumahnya, dia langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat

tidur sambil meletakkan tas disebelanya. Handphonnya berbunyi. Dia pun

dengan cepat mengambilnya. Ternyata pesan dari kantor, yang memberitahukan

bahwa besok dia harus sudah menyiapkan 7 alternatif desain. “Ah… aku pikir

dari siapa.” Pandangnya kembali menuju pada brosur yang diterimanya di auto

2000. Dia mengeluarkannya kembali sambil terus memandanginya. “ Kamu tuh

siapa sih kenapa bikin aku penasaran, tapi apa yang membuat kamu tertarik

sama aku , padahal aku kan hari ini lagi gak dandan dan styleku juga biasa aja .

Apa mungkin orangnya jelek atau sebaliknya atau juga ini adalah salah satu

bentuk baru dari modus penipuan?  Hubungi atau enggak yah, penasaran sih tapi

aku gak mau menghubunginya duluan, emang aku ini perempuan seperi apa.”

Akhirnya Rika memutuskan untuk melupakannya dan membuang brosur

tersebut.

          3hari telah berlalu Rika terus saja kepikiran sama brosur tersebut

meskipun  brosurnya telah dia buang. Rika terus saja memutar pinsil yang

sedang berada digenggamannya. “ Hai… ngelamun aja lu, kerja dong, btw lu lagi

mikirin apa sih Rik, udah 3 hari ini gue perhatiin lu melamun mulu, tanya Mila

sahabat kantor Rika. “ Ah bukan apa-apa cuma masalah kecil aja kata Rika sambil

kembali membuat sketsa. “

“ Yaudah deh kalau lu emang gak mau cerita, nih ada kerjaan baru dari pak Beni,

mba Inggrit lagi cuti melahirkan jadi karna lu anak baru disini jadi lu yang

sementara handle tugas-tugas dia, karna kita-kita udah full sama kerjaan ok. “

“ Tapi guekan bukan…”

“gak ada tapi-tapian lu kan junior jadi harus nurut apa kata Senior , “ Tegas Mila

sambil tersenyum dan  menepuk-nepik bahu Rika. Apa-apaan ini, guekan

desainer kenapa disuruh urus masalah marketing ,dan udah gitu banyak lagi

data – data client yang harus gue periksa dan hubungi ya tuhan hari apa ini.  Jam

sudah menunjukkan waktu makan siang semua orang sudah sibuk dengan

rencana masing-masing, karna Rika adalah pegawai baru jadi dia belum begitu

dekat dengan teman-teman yang lainnya. Terdengar disebelah rekan kerjanya

yang sibuk berteleponan manja dengan pacarnya. Ukh… emang gak ada tempta

lain ya, kenapa harus berteleponan diruangan kerja sih ,emang gak bisa kalau

diluar, gumam Rika dengan kesal. Mila pun lewat, “Mil lu makan apa, makan

bareng yuk?”

“ Sory, lu coba makan ama yang lain dulu ya siang ini, gw ada janji makan siang

sama cowok gue hari ini ,sambil bergegas pergi meninggalkan Rika. Ok Mungkin

sebaiknya aku berbaur dengan  teman kantor yang lain, namun yang lain telah

pergi dan sepertinya mereka sudah punya rencana sendiri. Alhasil Rika hanya

makan sendiri. Andai saja aku punya pacar atau teman-teman kuliah ku dulu

sekantor denganku pasti aku tidak akan merasakan kesepian seperti ini . Rika

mencoba mengcontact teman-temanya, namun tak ada satupun yang membaca

pesannya. Sekalinya ada, yang diterimanya hanyalah penolakan. Ok sepertinya

hari ini aku ditakdirkan untuk makan sendirian. Rika pun berjalan menuju

pantry, dia menyuruh cs untuk membelikannya sebungkus gado-gado yang dijual

didepan kantornya. Setelah selesai menyantap makan siangnya Rika kembali

melanjutkan pekerjaannya. Dia mulai dengan pekerjaan barunya yang

mengambil alih tugas dari mba Inggrit teman kantornya yang sedang cuti hamil.

Dia menghubungi client yang  hendak menggunakan jasa kantornya. Rika tau dia

tidak ahli, namun dia tidak mengerti kenapa harus dia yang kerjakan, kalau

dikasih bonus masih mending, namun sayangnya Rika tidak menerima apa-apa.

Namun dia terus berusaha untuk ikhlas, dia percaya kalau dia melakukan segala

sesuatu dengan ikhlas dia pasti akan mendapatkan imbalan, minimal pahala dari

tuhan.  Sudah 4 orang  client yang dihubunginya, ini adalah client terakhir yang

dihubunginya. Semoga yang ini jadi menggunakan jasa kantornya. Siang pak saya

Rika salah satu pegawai dari Arte desain, saya ingin menanyakan bagaimana

dengan desain yang sudah kami kirimkan ke bapak, apakah sesuai dengan

harapan bapak? “

“ desainnya sih sesuai tapi sepertinya 3 dari desain yang dikirimkan ada yang

merupakan contekan dari desain orang lain, karna saya sebelumnya pernah

melihatnya, awalnya saya mau menggunakan jasa dari Arte tapi melihat desain

yang tidak original saya jadi ragu untuk menggunakan jasa Arte kembali.

Suara client terasa bagus  dan merdu,namun kata-kata yang dikeluarkan  sangat

tidak enak didengar oleh Rika apalagi client mengatakan desain yang telah

dibuatnya adalah contekan dari karya orang.

“ Maaf sebelumnya pak , itu murni hasil karya dari kantor kami pak dan kami

tidak pernah meniru atau pun mencuri karya orang lain pak. “

“ Iya kalau 4 lagi saya percaya  tapi yang tiga lagi saya sudah pernah melihat

secara langsung  dan itu sama persis dan saya melihatnya duluan sebelum Arte

mengirimkannya kepada saya. “

“ Gak mungkinlah pak ,bapak lihat dimana  dan siapa orang yang bikin coba

bapak kasih tau ke saya?”

 “ Ya itu saya tidak tau pasti tentang orangnya tapi yang jelas desainnya sama. “

 “ Tuh kan bapak mengada-ada bapak saja tidak bisa kasih info jelas  tentang

siapa yang bikin desain yang mirip dengan Arte, atau bapak cuma pura-pura saja

ya ini cuma modus bapakkan supaya dapat diskon, kalau emang iya saya jamin

bapak gak akan  dapat . “

Apa kamu bilang, kamu gak tau saya siapa kamu gak sopan ya  kamu siapa berani

bicara seperti Itu kepada saya . Emang kamu sendiri bisa kasih tau saya apa yang

bisa membedakan karya arte dengan karya yang pernah saya lihat tersebut?”

 “ Tentu bisa karna saya adalah desainernya dan saya jamin itu seratus persen

murni adalah rancangan saya.”

“ Sebenarnya saya sedang bicara sama pihak marketing atau apasih ini kenapa

Arte jadi gak jelas begini? “

“ Udah pak gak usah berbelit-belit intinya bapak mau pake jasa kami atau tidak?”

jawab Rika dengan ketus.

“ O… awalnya saya masih mempertimbangkannya tapi melihat rancangan dan

attitude pegawai yang seperti ini sepertinya saya akan membatalkannya.”

“ Dari tadi kenapa pak kalau emang gak sanggup gak usah bikin desain disini, 

cari aja desainer pinggiran kata Rika dengan ketus dan kesal sambil menutup

telepon.”

“Rika apa yang kamu lakukan tadi , sekarang juga kamu masuk keruangan saya ,

kata pak Beni dengan tatapan tajam.”

Setengah jam telah berlalu dan Rika kembali ketempat duduknya dengan kepala

tertunduk, semua rekan kerjanya memperhatikannya dan sesekali ada yang

menceritakan dirinya. Rika menggambil kertas data client yang barusan

dihubunginya, gara-gara nih orang aku jadi dapat teguran tajam dari pak Beni

kata Rika sambil membanting  data tersebut keatas meja kerjanya. Lagian

desainer disuruh menghandle tugas marketing, mana nyambung, dan aku juga

bukan tipe orang yang sabar dalam menghadapi orang-orang seperti ini.

Suaranya boleh bagus tapi perkataannnya sangat menyebalkan. Dia membaca

namanya Rico Fernando . Rika membaringkan kepalanya diatas meja, tiba-tiba

dia melihat sesuatu yang aneh, yaitu tanda tangan yang tertera diatas nama Rico

Fernando. Seperti tidak asing gumam Rika  dan dia melihat nomor handphone

yang tertera didalam data, dan dia juga seperti pernah melihatnya sebelumnya.

Dan stelah berfikir beberapa saat, akhirnya dia sadar. Tanda tangan dan 

nomornya mirip dengan brosur yang diterimanya tiga hari yang lalu. Apakah dia

orangnya yang belakangan mengganggu pikirannya ataukah hanya kebetulan

mirip?

“EVALUASI KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI DESA SENAKIN KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK”



“EVALUASI KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI DESA SENAKIN KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK”





OLEH




1.      HANDHYKA SETYAWAN           (E1022131001)
2.      DIMAS RAMA                                 (E1022131013)
3.      RUDI NURDIANSYAH                  (E41111024)



untan5.jpg





FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2015
ABSTRAK
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya tingkat Pembangunan Fisik di Desa Senakin Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif dengan teknik pengelolaan data analisis kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori Menurut Dunn (Wibawa, 1994) menyebutkan ada dua tipe evaluasi yaitu: Sumative evaluation, adalah penilaian dampak dari suatu program, disebut juga dengan evaluasi dampak, dan formative evaluation, adalah penilaian terhadap proses dari program, disebut pula evaluasi proses. Hasil Penelitian menunjukkan pelaksanaan pengelolaan alokasi dan desa dalam pembangunan fisik di Desa Senakin sudah dilaksanakan oleh pemerintah desa, Alokasi Dana Desa (ADD) yang diperoleh Desa Senakin pada Tahun Anggaran 2012 adalah besaran Rp 137.850.000, sedangkan Alokasi Dana Desa (ADD) yang diperoleh Desa Senakin pada Tahun Anggaran 2013 adalah besaran Rp 148.600.000, Pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam pembangunan Fisik di Desa Senakin telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dan peraturan perundangan-undangan, tetapi belum bisa dikatakan optimal karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki aparatur pemerintah desa. Saran yang dapat dijadikan pertimbangan, diharapkan pemerintah desa agar dapat lebih memperhatikan dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada di desa, dengan hal tersebut pemerintah tidak harus selalu bergantung pada pihak ketiga sehingga dapat menghemat biaya yang dapat di prioritas kan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.





PENDAHULUAN
Alokasi Dana Desa yang biasa disebut ADD merupakan wujud dari pemenuhan hak desa untuk menyelenggarakan otonominya agar tumbuh dan berkembang mengikuti pertumbuhan dari desa itu sendiri, berdasarkan keanekaragaman, partisipasi, otonomi asli, demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat. Bantuan Langsung ADD adalah dana bantuan langsung yang dialokasikan kepada pemerintah desa digunakan untuk meningkatkan sarana pelayanan masyarakat, kelembagaan dan prasarana desa yang diperlukan serta diprioritaskan oleh masyarakat, yang pemanfaatan dan administrasi pengelolaannya dilakukan dan dipertanggungjawabkan oleh Kepala Desa. Adapun tujuan dari Alokasi Dana Desa (ADD) ini adalah untuk :
1.      Meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan desa dalam melaksanakan pelayanan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan sesuai kewenangannya.
2.      Meningkatkan kemampuan lembaga kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan secara partisipatif sesuai dengan potensi desa.
3.      Meningkatkan pemerataan pendapatan, kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat desa.
4.      Mendorong peningkatan swadaya gotong royong masyarakat desa.
Di Propinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Landak merupakan kabupaten yang melaksanakan ADD. Pemerintah Kabupaten Landak mulai memberlakukan kebijakan ADD untuk desa-desanya pada tahun 2008. Seluruh desa di Kabupaten Landak memperoleh ADD setiap tahun dalam jumlah yang bervariasi sebagaimana hasil perhitungan dan pembagian yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Landak berdasarkan asas merata dan proporsional. Misalnya, Desa Senakin pada tahun 2008 memperoleh ADD sebesar Rp 73,719.500; tahun 2009 sebesar Rp 93.632.300; tahun 2010 sebesar Rp 101.023.700; dan tahun 2011 sebesar Rp 101.023.600; dan tahun 2012 sebesar Rp 137.850.000; dan tahun 2013 sebesar Rp 148.600.000; ADD merupakan hak sekaligus kewajiban bagi desa penerima. Oleh karena itu, Desa Senakin sebagai desa penerima ADD bertindak secara simultan sebagai perencana, pelaksana, pengguna, penikmat, pengawas dan penanggung jawab ADD.






















KAJIAN TEORI
Secara umum evaluasi kebijakan dapat dikatakan sebagai kegiatan yang menyangkut estimasi atau penilaian kebijakan yang mencakup substansi, implementasi dan dampak. Dalam hal ini, evaluasi kebijakan dipandang sebagai suatu kegiatan fungsional. Artinya, evaluasi kebijakan tidak hanya dilakukan pada tahap akhir saja, melainkan dilakukan dalam seluruh proses kebijakan. Dengan demikian, evaluasi kebijakan biasanya meliputi tahap perumusan masalah-masalah kebijakan, program-program yang diusulkan untuk menyelesaikan masalah kebijakan, implementasi, maupun tahap dampak kebijakan. Menurut Dunn (Wibawa, 1994) menyebutkan ada dua tipe evaluasi yaitu:
1.             Sumative evaluation, adalah penilaian dampak dari suatu program, disebut juga dengan evaluasi dampak (out come evaluation).
2.             Formative evaluation, adalah penilaian terhadap proses dari program, disebut pula evaluasi proses.

Putra (2003:100-101) mengemukakan tiga macam evaluasi kebijakan publik, yaitu:
(1)   evaluasi administratif, yaitu evaluasi yang dilakukan di dalam lingkup pemerintahan atau di dalam instansiinstansi. Sorotan dari evaluasi ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan prosedur kebijakan public danas pekfinansial.
(2)   evaluasi yudisial; yaitu evaluasi yang berkaitan dengan objek-objek hukum. Apakah terdapat pelanggaran hukum atau tidak dari kebijakan publik yang sedang dievaluasi tersebut.
(3)   evaluasi politik, yaitu evaluasi yang menyangkut pertimbangan- pertimbangan politik dari suatu kebijakan.
 Fungsi Evaluasi kebijakan public menurut Nugroho (2011:463) memiliki empat fungsi, yaitu:
(1)   Eksplanasi
(2)   Kepatuhan
(3)   Audit
(4)   Akunting
Melalui evaluasi dapat dipotret realitas pelaksanaan program dan generalisasi tentang pola-pola hubungan antar-berbagai dimensi realitas yang diamatinya.
(1)          Eksplanasi, evaluator dapat mengindetifikasi masalah, kondisi, dan aktor yang mendukung keberhasilan atau kegagalan kebijakan.
(2)          Kepatuhan, melalui evaluasi dapat diketahui apakah tindakan para pelaku, baik birokrasi maupun pelaku lainnya, sesuai dengan standar prosedur yang ditetapkan kebijakan.
(3)          Audit, Melalui evaluasi dapat diketahui, apakah output benar-benar sampai ke kelompok saran kebijakan, atau ada kebocoran, atau penyimpangan.
(4)          Akunting, melalui evaluasi dapat diketahui apa akibat ekonomi dari kebijakan tersebut.
Menurut Sahdan (2004:10) “Alokasi Dana Desa yang kemudian disebut ADD adalah dana responsivitas Negara untuk membiayai kewenangan desa dan memperkuat kemandirian desa. Kewenangan desa mencakup :
(a)           Kewenangan asal-usul (mengelola sumber daya alam, peradilan adat, membentuk susunan asli, melestarikan pranata lokal) yang diakui (rekognisi) oleh Negara.
(b)          Kewenangana tribute forganisasi lokal (perencanaan, tataruang, ekologi, pemukiman, membentuk organisasi local dan lain-lain) yang ditetapkan oleh pemerintah melalui undang-undang.
(c)           Kewenangan delegatif-administratif yang timbul dari delegasi atau tugas pembantuan daripemerintah”.
Adapun yang menjadi badan kajian dalam penelitian ini agar lebih terarah dapat dibangun suatu bagan pemikiran dalam pelaksanaan penelitiannya sehingga arah pemikiran dalam penulisan .






BAGAN KAJIAN
Masalah :
 Rendahnya tingkat Pembangunan Fisik di Desa Amang Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak
Evaluasi Alokasi Dana Desa (ADD) untuk pembangunan di Desa Amang Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak
Wibawa (1994) dua tipe evaluasi yaitu:
1.      Evaluasidampak, adalahpenilaiandampakdarisuatu program
2.      Evaluasi proses, adalahpenilaianterhadap proses dari program
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Amang Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak :
1.      Sumber daya manusia
2.      Partisipasi masyarakat
Pembangunan Desa


METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisa kualitatif dimana data yang telah terkumpul baik yang didapat melalui wawancara maupun observasi kemudian dikelompokkan sesuai dengan klasifikasinya dan jenis-jenisnya, kemudian selanjutnya diolah menggunakan narasi. Proses analis kualitatif menurut Moleong (2004:97), yaitu dengan menggunakan analisa model interaktif yaitu melalui tiga langkah atau komponen, yaitu:
1.      Reduksi data
2.      Penyajian data (display) dan
3.      Penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Selanjutnya memperoleh data yang diperlukan, peneliti melakukan langkah-langkah Penelitian Kepustakaan (Library Research). Penelitian yang dilakukan dengan cara mencari teori dalam informasi, mempelajari literatur, dan hal-hal yang berhubungan dengan judul penelitian serta untuk memperoleh pembahasan yang relevan guna menunjung dan pemperluas pembahasan yang disaji penulis pada penelitian. Penelitian Lapangan (Field Research) Penelitian yang dilakukan dengan cara terjun langsung kelapangan guna mengumpulkan data-data, informasi dan fakta yang ada yang sifatnya relevan dengan permasalahan penelitian. Verifikasi dapat dilakukan dengan peninjauan ulang terhadap catatan-catatan lapangan atau tukar- menukar pikiran dengan teman sejawat atau pakar tertentu.









HASIL DAN PEMBAHASAN
Evaluasi Kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2012-2013

Pelaksanaan pengelolaan alokasi dan desa dalam pembangunan fisik Desa Senakin sudah dilaksanakan oleh pemerintah desa, dalam rangka mewujudkan otonomi asli desa maka upaya percepatan pembangunan dengan pemberdayaan masyarakat sebagai pendekatan operasional merupakan komitmen pembelajaran Pemerintah Kabupaten Landak. Wujud nyata dari komitmen tersebut adalah digulirnya Kebijakan pemberian Alokasi Dana Desa (ADD) dengan sasaran utama adalah mengoptimalkan pembangunan di tingkat desa yang membawahi dusun dan kesatuan lingkungannya serta pemberdayaan masyarakat. Alokasi Dana Desa (ADD) yang diperoleh Desa Senakin pada Tahun Anggaran 2012 adalah besaran Rp 137.850.000, sedangkan Alokasi Dana Desa (ADD) yang diperoleh Desa Senakin pada Tahun Anggaran 2013 adalah besaran Rp 148.600.000, mengacu pada besarnya anggaran dana yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Landak tentunya sudah barang tentunya banyak program- program pembangunan/ kegiatan pemerintah desa yang dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan pembangunan Desa Senakin. Faktor-faktor yang pengaruhi Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Senakin dalam Pembangunan Fisik di Desa Senakin adalah dalam faktor penghambat dan pendukung :
1.             Faktor pendukungnya adalah adanya partisipasi masyarakat yaitu semangat masyarakat didalam pembangunan fisik.
2.             Faktor Penghambat Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih rendah tingkat pendidikannya di Desa Senakin dan Pencairan Dana Alokasi Dana Desa yang belum tepat waktu didalam pelaksanaanya.






PENUTUP KESIMPULAN

Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan dilapangan, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu, Pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam pembangunan fisik di Desa Senakin telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dan peraturan perundangan-undangan, tetapi belum bisa dikatakan optimal karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki aparatur Pemerintah Desa yang dalam pelaksanaanya, sehingga pelaksanaan pembangunan fisik dikendalikan Aparatur Pemerintah Desa dengan sepenuhnya menganut sistem suakelola yang pengerjaannya dilakukan oleh Aparatur Pemerintah Desa yang mengandalkan tukang bukan tenaga teknisi yang ahli dibidangnya pembangunan fisik.

SARAN
Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka dikemukakan beberapa saran yaitu, Diharapkan pemerintah desa agar dapat lebih memperhatikan dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada di desa, dengan hal tersebut pemerintah tidak harus selalu bergantungan pada pihak ketiga sehingga dapat menghemat biaya yang dapat di prioritaskan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa.


                                                                                                                                     










REFERENSI

Dunn, William N. 2003, Analisis Kebijakan Publik,: Gajah Mada University Press. Yogyakarta
Faisal, Sanafiah. 1999. Format-format Penelitian Sosial.Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Hanif, Nurchils. 2005. Teori dan Praktek Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Grasindo, Jakarta.
Moleong, Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.
Nawawi,Hadari.2001. Metode Penelitian Bidang Sosial. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Nugroho.2011. Kebijakan Publik untuk Negara Negara Berkembang ( Model - model Perumusan Implementasi dan Evaluasi ). PT.Elex Media Komputindo: Jakarta
Putra, Fadilah, 2001. Paradigma Kritis dalam Studi Kebijakan Publik,:Pustaka Pelajar. Yogyakarta
Sahdan, GorrisDkk. 2004.Pedoman Alokasi Dana Desa (ADD); UI Press.Jakarta
Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta.Yogyakarta.
Suandi, Edi. 2004. Demokrasi Desa. Galia, Yogyakarta.
Winarno,Budi. 2008. Teori dan Proses Kebijakan Publik. Media Presindo. Yogyakarta